Swakelola Moral Mandiri

Setahu saya, dulu kota Solo punya cukup banyak “polisi moral” partikelir. Entah apa sekarang masih ada. Mudah-mudahan saja tidak lagi seaktif dulu hehehe. Setidaknya, tak perlu lagi muncul aksi pentung-pentungan yang menyebalkan itu, atas nama satu misi suci mengontrol perilaku masyarakat.

Meski demikian, agaknya misi kelompok-kelompok preman tersebut untuk menegakkan standar tunggal moralitas masih bertiup hingga sudut-sudut kota, menyusup sampai lorong-lorong stasiun. Lihatlah, papan di tempat wudu musala Stasiun Balapan ini memberikan peringatan galak (dengan tiga tanda seru) bagi setiap pribadi, untuk melakukan pengawasan sendiri atas PEMBAWAAN masing-masing.

DSC01071

Dalam KBBI, kata pembawaan digolongkan ke dalam nomina, dengan arti: 1 Sifat (tabiat dsb.) yg dibawa sejak lahir; bakat (kepandaian dsb); kecenderungan (hati); 2 perbuatan (cara, hal, dsb) membawa atau membawakan.

Maka, mohon awasi sendiri tabiat Anda ya Pak, Bu…

Wah wah waaah….

 

Iklan

2 thoughts on “Swakelola Moral Mandiri

  1. Hehehe….maksudnya barang bawaan kali ya…tapi salah nulis demi menghemat papan (lihat deh, rapet banget tulisannya). Hehehe…

    Kalo tabiat kita sendiri yang awasi gimana caranya ya kalo suatu ketika tabiat kita berulah buruk…hehehe…gimana bisa kita menghakimi diri sendiri. Jadi susah dibayangin…
    Haha….

  2. Ups, salah lihat saya…malah si penulis plang itu melakukan pemborosan dengan menggunakan kata PEMBAWAAN mungkin kalo cuma BAWAAN aja jadi lebih irit tempat….hehehe…
    ternyata saya tidak seteliti Mas Iqbal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s