Biarkan Aku Begini

Saya belum sempat membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tapi, jika kita meraba nilai rasa yang ada dalam sebuah kata “biarkan”, apa sih yang muncul dalam kesan pertama? Kalau menurut saya siih, kata “biarkan” memuat makna “tidak melakukan sesuatu kepada satu hal, agar satu hal tersebut tetap berada dalam kondisinya semula”.

Lihat contoh dalam kalimat.

“Biarkan anakmu menangis.” – artinya, sebelum si penutur menyampaikan kalimat itu, kondisi si anak sudah menangis, dan akan tetap tidak di-apa-apa-kan meski menangis.

Lalu, jika ada kalimat “Biarkan Jogja Bersih dan Cantik”,

Foto(496)

Foto(497)

…………. apakah lantas Jogja memang sudah bersih dan cantik sejak semula??? Kenapa tidak: “JADIKAN Jogja Bersih dan Cantik”???

Hehehe, sori ya Kang Hery Zudianto. Ini cuma keluh kesah seorang bapak rumah tangga yang tinggal di sebuah gang sempit di Sambilegi, Maguwoharjo, tempat yang tidak dilalui tukang sampah, di kampung yang tidak punya tempat sampah bersama, sementara sepanjang Jalan Solo juga tidak tersedia tempat sampah umum buat bapak rumah tangga malang yang kebingungan membuang sampah seperti saya..

Iklan

3 thoughts on “Biarkan Aku Begini

  1. Kalau dibiarkan bukannya malah tidak ada yang mengurus…berarti kalaupun awalnya bersih lama-kelamaan kotor pula karena dibiarkan begitu saja…
    bersih itu harus dijaga kan bukan dibiarkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s